Sepak bola adalah olahraga paling populer di dunia, dengan jutaan penggemar yang menyaksikan pertandingan setiap minggunya, baik di stadion maupun melalui layar televisi. Popularitas ini menjadikan sepak bola sebagai platform pemasaran yang sangat menarik bagi berbagai perusahaan, termasuk perusahaan perjudian. Dalam beberapa dekade terakhir, hubungan antara klub sepak bola dan sponsor judi telah berkembang pesat, terutama di liga-liga besar seperti Liga Primer Inggris, serta di beberapa kompetisi di negara lain, termasuk Indonesia. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan realitas komersial dalam dunia olahraga, tetapi juga memicu kontroversi terkait etika, hukum, dan dampak sosialnya. Artikel ini akan membahas beberapa klub sepak bola yang disponsori oleh perusahaan judi, latar belakang fenomena ini, serta implikasinya.
Sepak bola modern tidak lagi hanya tentang olahraga; ini adalah industri bernilai miliaran dolar yang bergantung pada pendapatan dari sponsor, hak siar, dan penjualan merchandise. Bagi klub-klub yang tidak termasuk dalam kelompok elit dengan pendapatan besar, seperti Manchester United atau Real Madrid, sponsorship menjadi salah satu sumber pendanaan utama. Perusahaan perjudian, dengan keuntungan besar yang mereka hasilkan, melihat peluang emas untuk meningkatkan visibilitas merek mereka melalui kaus klub, papan iklan di stadion, dan berbagai bentuk promosi lainnya.
Di Inggris, misalnya, Liga Primer Inggris telah menjadi salah satu kompetisi dengan jumlah sponsor judi terbanyak. Menurut data dari Sporting Intelligence pada musim 2019/2020, lebih dari setengah klub di Liga Primer memiliki kerja sama dengan perusahaan judi, dengan total nilai sponsor mencapai sekitar 350 juta poundsterling. Fenomena ini juga menyebar ke liga-liga lain di Eropa dan bahkan ke Asia, termasuk Indonesia, meskipun dengan konteks hukum yang berbeda.
- Everton FC (Stake.com)
Everton, salah satu klub tradisional di Liga Primer Inggris, menjalin kerja sama dengan Stake.com, sebuah platform taruhan online, pada musim 2022/2023. Logo Stake.com terpampang di bagian depan kaus klub, memberikan eksposur besar bagi perusahaan ini di pasar global. Meskipun Everton bukan bagian dari “Big Six” (enam klub terbesar di Inggris), pendapatan dari sponsorship ini membantu klub untuk tetap kompetitif di tengah persaingan finansial yang ketat. Namun, kerja sama ini juga menuai kritik dari kelompok anti-perjudian yang khawatir akan normalisasi taruhan di kalangan penggemar muda. - West Ham United (Betway)
West Ham United adalah contoh lain dari klub Liga Primer yang telah lama bekerja sama dengan perusahaan judi. Sejak 2015, Betway, sebuah merek taruhan ternama, menjadi sponsor utama klub ini. Kesepakatan ini dilaporkan bernilai jutaan poundsterling per tahun, memberikan dana penting bagi West Ham untuk mendatangkan pemain dan meningkatkan fasilitas mereka. Hubungan ini juga menunjukkan betapa eratnya ikatan antara sepak bola Inggris dan industri perjudian, meskipun ada seruan untuk membatasi iklan judi dalam olahraga. - Aston Villa (BK8)
Aston Villa sempat menjalin kerja sama dengan BK8, sebuah perusahaan taruhan yang berbasis di Asia, sebelum akhirnya mengganti sponsor utama mereka. Selama masa sponsorship, BK8 mendapatkan eksposur besar di pasar Asia, khususnya di negara-negara di mana taruhan online memiliki basis pengguna yang besar. Aston Villa, yang kini menjadi salah satu klub papan atas di bawah asuhan Unai Emery, menunjukkan bahwa sponsorship judi dapat memberikan dampak finansial yang signifikan, meskipun hubungan ini sering kali menjadi sasaran kritik. - Persikabo 1973 (SBOTOP)
Di Indonesia, Persikabo 1973 menjadi salah satu klub Liga 1 yang pernah disponsori oleh SBOTOP, sebuah situs taruhan online ternama. Logo SBOTOP terpampang jelas di kaus klub dan papan iklan di Stadion Pakansari, Bogor, selama musim 2022/2023. Namun, kerja sama ini memicu kontroversi besar karena perjudian dilarang di Indonesia berdasarkan Pasal 303 KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Akibatnya, Persikabo dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh kelompok seperti Indonesia Police Watch (IPW), yang menyoroti potensi pelanggaran hukum dan dampak buruk bagi masyarakat. - Arema FC (Bola88.Fun)
Arema FC, salah satu klub besar di Indonesia, juga pernah terlibat dalam polemik sponsorship judi. Pada 2022, klub ini bekerja sama dengan Bola88.Fun, yang diduga terkait dengan situs taruhan Bola88. Meskipun manajemen Arema menyatakan bahwa kerja sama ini hanya untuk promosi portal berita olahraga, banyak pihak meragukan klaim tersebut karena kesamaan branding dengan situs judi. Kasus ini menjadi bagian dari laporan ke polisi, menambah daftar panjang kontroversi sponsor judi di sepak bola Indonesia.
Ada beberapa alasan mengapa perusahaan judi begitu tertarik untuk mensponsori klub sepak bola. Pertama, sepak bola menawarkan audiens global yang sangat besar. Setiap pertandingan Liga Primer Inggris, misalnya, disiarkan ke lebih dari 200 negara, memberikan eksposur yang tak tertandingi bagi sponsor. Kedua, perusahaan judi sering kali menargetkan pasar di Asia, di mana taruhan olahraga sangat populer meskipun sering kali ilegal, seperti di China atau Indonesia. Dengan menggunakan klub sepak bola sebagai medium, mereka dapat memasuki pasar ini secara tidak langsung, sering kali melalui VPN atau situs “merek putih” yang menyamarkan identitas asli mereka.
Ketiga, dari sisi klub, perusahaan judi sering menawarkan nilai sponsorship yang jauh lebih tinggi dibandingkan perusahaan non-judi. Sebuah pernyataan dari klub-klub Liga Primer menyebutkan bahwa sponsor judi dapat memberikan dana dua kali lipat dibandingkan alternatif lain, sebuah realitas komersial yang sulit diabaikan oleh klub-klub kecil atau menengah.
Meskipun menguntungkan secara finansial, hubungan antara sepak bola dan perusahaan judi tidak luput dari kritik. Di Inggris, kelompok seperti “The Big Step” mengkampanyekan pelarangan iklan judi dalam sepak bola, dengan alasan bahwa hal ini dapat memengaruhi anak-anak dan remaja untuk menganggap taruhan sebagai bagian normal dari olahraga. Studi menunjukkan bahwa paparan iklan judi meningkatkan risiko kecanduan taruhan, terutama di kalangan penggemar muda.
Di Indonesia, situasinya lebih rumit karena perjudian ilegal. Kerja sama klub seperti Persikabo dan Arema dengan situs judi online memicu reaksi keras dari masyarakat dan otoritas. PSSI bahkan memiliki aturan yang melarang klub bekerja sama dengan perusahaan judi, sebagaimana tertuang dalam surat edaran Nomor 103. Namun, banyak klub mengelak dengan dalih bahwa sponsor mereka adalah “portal berita” atau “situs olahraga,” meskipun bukti menunjukkan sebaliknya.
Di Inggris, pemerintah sempat berencana melarang sponsor judi di kaus klub pada 2021, tetapi rencana ini ditunda akibat penolakan dari klub-klub yang sudah terikat kontrak. Sementara itu, di Indonesia, Polri telah meningkatkan upaya pemberantasan judi online, termasuk menargetkan sponsor klub sepak bola. Kasus Persikabo, misalnya, berujung pada pencopotan logo SBOTOP dari kaus mereka setelah tekanan hukum.
Ke depan, hubungan antara sepak bola dan judi kemungkinan akan terus menjadi perdebatan. Di satu sisi, klub membutuhkan dana untuk bertahan dalam kompetisi yang semakin mahal. Di sisi lain, dampak sosial dan hukum dari sponsorship ini tidak bisa diabaikan. Solusi seperti penggantian sponsor judi dengan industri lain yang lebih etis mungkin menjadi jalan tengah, tetapi tantangannya adalah menemukan perusahaan yang mampu menyamai nilai finansial yang ditawarkan oleh industri perjudian.
Fenomena klub sepak bola yang disponsori perusahaan judi adalah cerminan dari dinamika komersial dalam olahraga modern. Dari Everton dan West Ham di Inggris hingga Persikabo dan Arema di Indonesia, sponsorship ini memberikan keuntungan finansial yang besar, tetapi juga membawa risiko etika dan hukum. Di tengah tekanan untuk menjaga integritas olahraga dan melindungi masyarakat, masa depan hubungan ini akan sangat bergantung pada kebijakan regulasi dan kesadaran kolektif tentang dampaknya. Sepak bola mungkin tetap menjadi panggung bagi sponsor judi dalam waktu dekat, tetapi perubahan besar bisa saja terjadi jika tekanan publik terus meningkat.